Travelling Mikana

Slice of Life Mirai-Kautsar-Nares

Belajar Travelling ringkes

Onedust

Dulu saya pernah baca tulisan tentang travelling light di zenhabits.net, lalu saya takjub bagaimana cara Leo Babauta dan keluarganya packing ringkes banget. Ternyata ga gampang prakteknya. 

Packing jadi pelajaran khusus di keluarga kami. Setiap selesai bepergian, kami pasti evaluasi soal barang bawaan kami. Progressnya adalah dulu kami bawa koper gede, lalu ganti ke koper kecil, kemudian beralih ke ransel. Nah setelah mencoba beberapa kali ranselan, kami sreg dengan tipe travelling begini. Enak dan ringkes. 

Poin-poin travelling ringkes adalah 

1) Menetapkan kebutuhan selama jalan-jalan. 

Ini kadang rancu buat sebagian orang. Misalnya, kita disana mau jalan-jalan menikmati pemandangan atau pengen dapet foto selfie dengan baju beda-beda. That’s 2 different thing. 

Saya mah orangnya ga fashionable dan ga terlalu mentingin apakah sepatu mesti sewarna dengan baju dll, jadi pakai t-shirt berulangpun ga masalah. 

2) Tahu apa yang akan kita kerjakan selama di perjalanan. 

Kalau jalan-jalan diselingi acara pernikahan saudara ya pasti harus bawa baju pesta 1 pasang dan sepatu. Kalau murni jalan-jalan sekeluarga mah lebih bebas. 

3) Survey tempat tujuan. 

Ke singapur dan ke Jepang di bulan desember, barang bawaan bisa beda 1-3 kg. Yang 1 bisa ringan karena negara tropis, yang 1nya berat karena lagi musim dingin jadi mesti bawa jaket tebal. Selama ini kami baru travelling ke malaysia dan singapura jadi so far masih ringkes.

4) Cuci baju on the road. 

Ini hobi saya sekarang wkwkwk. Kalo jalan-jalan lebih dari 2 hari, saya pasti nyuci baju. Klo numpang di mertua ya pinjem mesin cuci. Kalo di hotel saya nyuci di wastafel, terus dikeringin di bawah AC. Kadang-kadang pakai hair dryer biar cepat kering. Saya selalu nyari backpacker hotel yang punya coin laundry.

5) Barang bawaan menyesuaikan ukuran tas.

Bukan tas menyesuaikan baju ya. Saya punya Deuter Futura 22L, suami pakai Deuter 16L. Ga terlalu besar dalamnya dan gimana caranya semua barang kami mesti muat disitu. Mirai juga bawa ransel sendiri tapi berhubung dia ga sanggup bawa semua bajunya, jadi dia bawa 1/3 di ranselnya, 2/3 titip ransel emak. Kami bisa lama klo packing karena sambil menganalisa barang A,B,C, D perlu bawa atau ga. 

6) Toiletries dibuat compact

Shampo, sabun, lotion dll dihitung kebutuhan per hari x durasi, ditaruh di kemasan kecil. Suami saya mengandalkan kemasan shampo hotel yang cilik2 itu untuk direfill dengan shampo/sabun mandi. Kami juga pakai shampo dan sabun yg sama supaya ga dobel (biar irit tempat). 

7) Bawa baju/celana yang ringan. 

Kami senang T shirt yang ringan. Terus terang T shirt saya belum semuanya lightweight, bertahap sudah kami KonMari. Baju-baju yang bahannya berat ditinggal dirumah. Celana jeans biasanya dipakai (Kalau masuk ransel jadi berat). Pakaian tidur 1 pasang bahan katun. Kaos kaki 1 pasang. 

8) P3K standard aja

Biasanya emak2 termasuk yang heboh urusan obat-obatan, takut anaknya kenapa2. Ya bagus sih preventif cuma jadi boros tempat di dalam tas. P3K termasuk barang yang menyesuaikan dengan itinerary. Kalo kepepet dan ada kecelakaan, terpaksa beli disana atau memakai barang pengganti yg kami bawa. 

Sementara baru 8 poin yang saya ingat.. Berhubung newbie traveller jadi saya mesti sering baca blog orang lain dan tips2 travelling with kids. Biar makin handal packingnya.

-Nares for Travelling Mikana-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top