Emak’s Birthday Escape ~Review Hotel Mambruk Anyer~

Stay on 1st Oct ~ 2nd Oct

Judulnya aja udah jelas : KABUR. Saya memutuskan kabur (sekeluarga) dari rumah pas hari ulang tahun. Selain modus pengen refreshing (catet ya emak-emak terutama IRT sangat butuh short getaway macam begini), saya menghindari perayaan ulang tahun, walopun cuma makan-makan sama keluarga. 

Sebulan sebelumnya kami berdiskusi, “Kita mau ke pantai atau gunung?”. Memang belum lama kami kemping di cibodas, dan lakiku komplain soal alas yang keras lalala lilili. Diputuskan : HOTEL dan PANTAI . Pantai banyak disekitar kami, jadi ga terlalu pusing menentukan tujuan (Songong abiss πŸ˜‚). Tapi lakiku mau ke Anyer. Seumur hidup belum pernah ke Anyer soalnya. Ok fix Anyer. 

Sekarang bagian yang ribetnya, karena saya seperti biasa tugasnya nyari hotel. Best hotel for our needs and budget. Biasanya bagian ini yang paling menyita waktu, karena berhubungan dengan itinerary dan what to do di tempat tujuan. Andalan saya adalah #traveloka. Entry point kalau browsing hotel. Bila kurang berkenan, saya buka #Agoda. Bila kurang berkenan lagi, saya blogwalking dan baca satu-satu review orang. 

Pilihan mengerucut ke Jayakarta Hotel Resort, Marbella Resort & Convention atau Hotel Mambruk Anyer. Berat nih komparasinya. Akhirnya saya kembali baca review orang-orang tentang ketiga hotel tersebut. Diputuskan kami pesan Hotel Mambruk Anyer via Traveloka. Because we think it is the best option that caters our needs and budget. 

Hari-H. Kami ga mempersiapkan terlalu banyak. Makanan bawa ngepas, Baju dikit (memang bajunya cuma sedikit pula πŸ˜…). Yang penting bawa tools buat bikin sand castle dan Baju renang. 

Fast Forward, kami sampai di Hotel Mambruk Anyer. Hotel ini tipe hotel jadoel yang bungalow-bungalow gitu. Front officepun masih belum renovasi, bangunan lama. Ga masalah sih, yang penting kamarnya kan? yee kan? Kami berdoa supaya dapat bangunan yang sudah renovasi (FYI, separuhnya bangunan baru yang tampak luarnya mirip-mirip apato jepang), tapi kebagian bangunan jadoel πŸ˜ͺπŸ˜ͺ. Nasip. Gapapa deh yang penting ada Shower Hot and Cold. Kamar saya Deluxe Double Bed. TV masih tipe tabung, yang channelnya sebagian bersemut. Beranda luas dan view menghadap laut. Kamar mandi aksennya jadoel. Saya ga komplain soal old rustic style selama semuanya bekerja sesuai fungsinya. TV tabung atau LED atau hdmi pun saya ga peduli, karena saya liburan di pantai bukan buat nonton TV πŸ˜‚.

Highlight dari hotel ini adalah kolam renang dan private beach yang menyatu. Plus restoran sebelah kolam renang, plus playground anak-anak. Jadi banyak πŸ˜‚πŸ˜‚. Tujuan liburan kali adalah slow down without fixed itinerary jadi pas banget hotel mambruk buat leyeh-leyeh. Mau renang, kolamnya sepi soalnya hari minggu ke senin. Mau main pasir, pantainya sepi. True meaning of (our) private beach πŸ˜†πŸ˜† soalnya kita doang yang main di pantai.

Pantainya sebenarnya ga luas-luas amat, tapi ada area yang cukup untuk bermain pasir dan berenang-berenang cantik. Pantai ini dibatasi oleh karang di kanan kirinya, kalau kata Pak Suami, “Ada karang berarti ada hewan-hewan yang bisa kita lihat”. Kita ketemu beberapa kepiting kecil, pasokan kelomang, objek aneh yang kita duga ubur-ubur (soalnya kayak jelly nyasar). Lumayan buat pengenalan biota pantai ke Mirai. 

Selain itu, yang kami suka dari hotel Mambruk adalah Sarapannya 😍. Banyak variasi dan rasanya lumayan enak. Emak ngunyah mulu sepanjang bocah dan bapak renang. Kolam renangnya airnya anget, bukan karena ada water heater tapi memang letaknya diluar dan kena sinar matahari berlebih. Si bapak betah berenang disini πŸ˜‚πŸ˜‚. 
Yang pasti liburan kali ini Kami pulang dengan badan sangat rileks dan males kerja di hari berikutnya. Mission Accomplished🀣🀣. 

– Nares for travelling mikana- 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *