Jalan-Jalan di Indonesia

#Roadtrip to Lampung ~Ferry ride Part 1~

19/11/2017

Kami berangkat jam 5.00 dari cisauk. Isi angin di pom bensin Shell dekat Gramedia World BSD lalu cuss ke arah tangerang kota. Masuk tol di dekat Grand Serpong, ambil Pintu Jakarta-Merak. Dari situ lurus saja sampai exit tol paling akhir : Merak.

Berangkat minggu pagi itu udara segarrr, bahkan BSD berkabut (Tumben banget). Jalanan sepi, ga banyak mobil. Alhasil kami sampai Merak jam 7.30, pelabuhan pun sepi jadi habis bayar langsung diarahkan ke Dermaga 3 buat naik kapal. Trimas Fadhila sudah menunggu.

Harga tiket 374.000 untuk kendaraan berpenumpang golongan IV A. Siapkan KTP atau SIM untuk pendataan manifest

Oiya untuk penyebrangan Ferry ini ga bisa memilih kapal yak, seadanya kapal yang lagi standby saja karena rute Merak-Bakauheni ini rute reguler (Selalu ada kapal yang jalan selisih beberapa menit juga).

Mirai dan Bapak pertama kali naik Ferry. Pengalaman baru buat si bumbum masuk parkiran kapal. Trimas Fadhila ga begitu besar dan yang masuk (kebetulan) kebanyakan truk besar, jadilah bumbum diapit 2 truk😂. Ngeri-ngeri sedap mana truk belakang kami hidungnya mepet pisan sama bemper bumbum. Takut “kecium” pas kapal gerak.

Isinya Raksasa😂😂. Parkirnya mepet pisan

Usai parkir, penumpang diwajibkan turun dan menunggu di ruang tunggu diatas (Dilarang berada dalam kendaraan), jadi mesti bawa bekal makanan dan minuman secukupnya untuk perjalanan di Ferry.

Kapalnya masih baru. Resik

Kami menunggu di lounge AC yang bersih banget, ada TVnya, ada yang jual makanan kecil juga. Sarapan bekal dari rumah, lalu kami berjalan-jalan sekitar kapal. Kapal berangkat 15 menit kemudian, sekitar jam 7.50. Peluit berbunyi keras tanda Ferry siap berangkat. Mirai terkejut, “Haa? Suara apa itu?” Langsung penasaran cari sumber suaranya. We are officially leaving Java Island.

Saat kapal sudah berlayar beberapa saat, di lounge diputar video prosedur pemakaian life vest dan evakuasi. Mirai diminta menyimak oleh Bapak. Dia sempat excited ga puguh dan berisik minta makan, tapi khusus pas nonton video ini dia mesti diam. Bagaimanapun juga kami sedang berada di laut lepas, dan tidak boleh menyepelekan. Setelah nonton video, Bapak memberitahu letak life vest untuk anak-anak. Mirai pun mengecek sendiri isi lemarinya. Standard Safety Procedure.

Mirai mesti mengecek sendiri letak life vestnya. Lounge sangat nyaman walaupun kursinya besi

Perjalanan laut ditempuh selama hampir 2 jam. Langit cerah sedikit berawan, dan ada riak-riak kecil yang terasa. Mirai ga mengalami motion sickness jadi aman sentosa. Anak ini lumayan tahan banting, dulu pas ke pulau pari naik kapal kayu yang goyangannya aduhai aja dia malah teriak2 senang 😂😂. Bapak sempat rada mual jadi mesti berdiam sebentar di lounge. Si emak ga mual sih, tapi ga sestrong Mirai juga😅 (Ga mungkin deh saya lari2an langsung setelah makan)

Waktu menunjukkan pukul 09.40. Saya melongok ke jendela dan terlihat pulau yang sangat dekat. Ikon Lampung si Menara Siger sudah terlihat. Yeaay kami sampai Lampung🎶🎶. Langsung kami keluar lounge dan pepotoan di dek sambil melihat kapal docking. Ga sampai 2 jam sudah di Lampung, dockingnya ga antri pula. Jam 10 teng kami udah keluar Bakauheni SeaPort. Alhamdulillah ferry ride part 1 lancar.

Kapal merapat ke dermaga. Ada petugas tambang. Di Bakauheni sedang ada kontruksi

Tulisan bersambung ke rute Trans Sumatra yang “ganas” ya 😂😂. See you later….

~ Nares for Travellingmikana ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *