Jalan-Jalan di Indonesia

#RoadTrip to Lampung ~Pre Departure~

19/11/2017.

Sejak 1.5 bulan lalu sepulang dari Anyer, kami berencana ingin mengajak Mirai naik ferry. Dia sudah coba berbagai moda transportasi (pesawat terbang, angkot, bis, mobil pribadi, ojek, Elf travel, kapal kayu, Delman, sepeda) tapi belum jajal naik kapal medium size kayak ferry. Rute terdekat ya ke Lampung karena Merak cuma 2-3jam dari rumah kami. 

Setelah rencana matang, saya mulai survey rute dan hotel. Trial beberapa apps di android, akhirnya instal pegipegi dan airy rooms (cerita terpisah ya). Fast forward ke pra keberangkatan H-1. Seperti perjalanan yang sudah-sudah, kami packing bersama. Kegiatan wajib yang selalu kami lakukan sesaat sebelum bepergian. Istilah kerennya Briefing 😎. When I said “Packing bersama” means the three of us, including Mirai. Sudah lewat masanya saya beresin baju Mirai, sekarang dia wajib ikut briefing karena sedang belajar jadi #travelbuddy. Apapun yang dia pilih merupakan tanggung jawab dia. Kalau dia kurang baju, ya itu juga tanggung jawab dia 😅😅 . Sekalian ngajarin fokus, karena pas briefing dia mesti berpikir apa yang perlu dan ga perlu dibawa jadi dia ga bisa kabur main seenaknya. 

Trip kali ini Mirai sudah lebih paham apa yang mesti dia kerjakan. Modal kami cuma 1 backpack deuter 22L dan 1 deuter 16L. Jadi segala baju, alat mandi dkk untuk 3 orang untuk 3D2N mesti muat masuk situ. No room for fancy dress. Jumlah baju Mirai cuma beda 2-3 stel dengan orangtua. H-1 dia selesai packing lebih cepat dari saya dan semuanya sudah dia taruh didalam tas 22L (barengan sama emak). Big appreciation! 

E-money isi 100ribu untuk Tol Tangerang-Merak pp (Sekali jalan 40 ribu). Beli snack secukupnya (Nissin wafer 1 bungkus, susu bearbrand 1 kaleng, keripik singkong seplastik, Air mineral 2 botol@1.5L). Kotak /plastik P3K direfill ulang : cooling sheet buat demam 1 pack isi 2 (Beli yang keluaran century 13rb), betadine, transpulmin, antangin junior, minyak ikan kapsul bawa 8biji (buat konsumsi harian Mirai), Koyo hangat hansaplast (buat emak bapak), Hansaplast waterproof, dan minyak kayu putih. 

Pakaian bawa 2 stel buat hari 2 dan 3. Baju tidur 1 pasang. Jeroan mengikuti jumlah pakaian. Jeans dipakai 3 hari. Ngepas banget berhubung saya ga mau nyuci kali ini. 

Kami berbagi Toiletries, kecuali sikat gigi. Mirai sudah bisa pakai odol dewasa, jadi kami refil odol kemasan besar ke kemasan bekas yg kecil sejumlah frekuensi sikat gigi (iyap odol pun ngepas). Trip kali kami ga bawa sabun shampo Mirai, tapi kami pake sabun shampo gretongan dari hotel (ngambil stok di rumah enin aki 😂😂. Soalnya teronggok tak terpakai). 

Malamnya saya menggoreng ayam 4 potong, dan simpan di lock n lock. Nasi seada-adanya di rice cooker. Sayur sisa semalam. Tahu 1 potong sisa semalam. Done. Yang penting udah ada makan pagi. 

Trip kali ini sekaligus mengukur jumlah “amunisi” dan kebutuhan makan yang cukup (tidak berlebihan). Sebelumnya kami selalu berlebih membawa baju atau makanan, dan jadi keberatan muatan. Sayang2 aja si baju ga kepake. 

Yang paling penting dari H-1 adalah mengkondisikan si anak kecil. H-2 dia sempat bilang hidungnya tersumbat, ini danger sign buat Emak. Langsung saya stop makanan mengandung coklat dan susu. Mirai minum air lemon madu dan dibalur transpulmin. Bantalnya disemprot pakai botanina cold and flu (Essential Oil gitu). Pokoknya jangan sampai jadi batpil. Walopun endingnya pas di jalan, dia sering buang ingus (kayak saya) tapi ini mah jejak pilek 1 minggu yg lalu, minimal dia ga demam dan masih bisa tidur nyenyak pas malam. 

Kami tidur cepat tanggal 18 nov karena akan berangkat setelah subuh. Mirai dibangunkan jam 4 untuk mandi. Untungnya dia ga susah bangun karena sudah sering trip pagi. Bete dikit karena ngantuk2 tapi dimandiin. Otherwise it was in control. 

Disambung cerita berikutnya soal kapal yak…. 👋👋👋 (dadah-dadah sama kamera). 

~ Nares for travellingmikana ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *