#Roadtrip to Lampung ~Hari #1 di Lampung~

19/11/2017

Keluar pelabuhan Bakauheni, kami langsung disuguhi pemandangan epic : Jalan Trans Sumatra *evil laugh*. Sebenarnya nanti akan ada Tol Lingkar Sumatra tapi belum operasional. Jadi kita lewat rute standard. Jaman dahulu kala, saya sering mendengar cerita tentang “Keagungan” Jalan Trans Sumatra, nah sekarang mesti mengalaminya πŸ˜‚πŸ˜‚. 1st Half drivernya Bapak, 2nd Half drivernya Emak. Beda sensasi jadi penumpang dan supir.

Review saya tentang jalan lintas tengah Sumatera Bakauheni-Bandar Lampung :

+Pemandangan kanan kiri CAKEPS! Saya senang Lampung masih hijau.

+Mendekati Kalianda, di kiri jalan muncul petunjuk tentang beberapa pantai. Sayangnya saat itu hujan deras jadi ga bisa mampir.

+Alhamdulillah bukan jalan offroad πŸ˜‚πŸ˜‚ (Ga ada jalan tanah)

Tapiiii..

– Isinya truk gede dan Bis yang ga mau ngalah. Kebayang dong Karimun Wagon R saya yang secimit ituh, apalah daya.

– Jalan ini biarpun beraspal semua tapi PHP (Pemberi Harapan Palsu) πŸ˜‚. Kebayang ga klo jalan di depan kita sedang minim kendaraan, kita mau tancap gas gigi 3 ke 4, eh taunya ada titik-titik lubang. Jedeer! Gigi 1 lagi #ngook. Disitu saya merasa …. ….. πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ

Alhamdulillah selamat sampai Bandar Lampung. Memasuki gerbang ‘Selamat Datang di kota Bandar Lampung’, pemandangan masih kayak pedesaan. Kebayangnya kan langsung jalan utama yang menuju alun-alun atau apalah, ternyata area Bandar Lampung luas juga. Disini saya menyalakan Waze untuk mencari rumah Linda. Sudah janjian akan ketemu. Di dalam kota jalanan pun ga mulus2 amat πŸ˜‚πŸ˜‚ iki piyee, kayaknya ini lintasan yang kalau lurus nyampe Palembang jadi jalannya bergelombang karena dilewati truk.

Singkat cerita sampailah kami di rumah Linda jam 12.20. 2 jam 20 menit dari Bakauheni. Not bad. Ketemu sama Mamanya Linda yang udah ga bersua sejak jaman ngekos di Jatinangor. Numpang sholat dan selonjoran. Langsung kami berangkat makan siang (Maaf ya tante πŸ™πŸ™ kami cuma sebentar banget bertamu). Linda merekomendasikan beberapa tempat makan, Mirai bilang dia pengen makan Seafood jadi kami jalan ke arah Teluk Betung ke Restoran Jumbo Seafood.

Kata Linda, ini agak jauh.. Ok saya mah santai aja. Sekitar 30 menit kami sampai. “Cepet ya Lin. Kirain jauh itu jauuuh banget kayak di jakarta”. Dia cuma geleng2 kepala. Orang Jakarta standard jauh-dekatnya ga wajar πŸ˜‚πŸ˜‚. Jaman dulu Lampung itu kemana-mana 15 menit nyampe ceunah, asyik yak? Sekarang sih kadang macet ga jelas. Kemudian sedang ada kontruksi beberapa flyover dalam kota,jadi memang ada beberapa titik macet. Otherwise, it’s better than Jakarta. yaeyalaaahhh..

Skip ngemeng2nya.. mari kita makan siang.

JUMBO SEAFOOD

Lokasi : Komplek Naga Intan, Jl. Ikan Sepat, Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung.

Rating : 4.3/5

Restoran ini apik dan bagus. Seafoodnya fresh, milih sendiri ikan hidup. Mengingatkan saya akan Bandar Jakarta dengan harga hanya 1/2 sampai 1/3nya, ciyus. Disini ikan terbanyak adalah Kerapu (Yeaay Paporit kitaaa). Kerapu Lodi, Kerapu Macan, Kerapu Lumpur, Ikan Simba, Ikan Malas (Mirip saya klo mager wakakaka), Udang galah (gede!), kerang, Kepiting.

Chef Recommendation-nya adalah Kerapu Steamed Kiamboi tapi karena bumbunya rada pedas kami akhirnya pesan Kerapu Bakar Kecap. Menu yang dipesan : Kerapu Bakar Kecap, Sapo Tahu, Nasi 3 porsi, Kailan Bawang putih, Tauge Bawang Putih, Air Jeruk hangat, Teh tawar dan Aqua. Secukupnya saja.

Seafoodnya Fresh

Kami sekeluarga suka dengan masakan disini. Tumis sayurnya ga terasa micin, mild seasoning tapi bawangnya banyak jadi sedap. Kerapu Bakar kecapnya So-so, alhamdulillah ga pedas sama sekali. Sapo tahunya enak. Mirai dan Bapak terlihat menikmati juga.

Kiri atas : Vihara seberang toko oleh-oleh. Kanan atas : Pempek nori. Bawah : Menu jumbo seafood

Total pengeluaran : 224.000 (termasuk pajak), patungan sama Linda. Lumayan lahπŸ‘πŸ‘.

Yang kami suka juga dari tempat ini adalah livestock entertainmentnya πŸ˜‚. Mirai girang banget pegang2 ikan kerapu, simba dan kerang. Ikannya berenang lambat sekali jadi bisa dipegang. Anggap aja touchpool kayak di SeaWorld. Terus disitu juga ada kandang burung lovebird.

Kenyang makan siang, kami meneruskan perjalanan ke Hotel. Mirai dengar tante Linda ngomong Pempek jadi kepengen Pempek. Akhirnya kami melipir sebentar ke Pempek Nori.

PEMPEK NORI

Lokasi : Jl. Ikan Kakap no 46, Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung

Jargonnya sih spesialis pempek isi keju. Berhubung anak eyke ga doyan keju, saya beli Lenjer biasa. Harga pempek kecil per pcs Rp 4.000. Saya beli 6 pcs Lenjer kecil buat Mirai. Cuko bisa pilih mau manis,sedang atau pedas. Cuko manis biasanya buat anak-anak karena tidak pedas sama sekali.

Pempek Nori melayani pengiriman ke luar kota juga. Mereka handal packingnya. Cuko juga bisa dikirim. Paket oleh-olehnya paling murah Rp 140.000 (Isi 40 pcs campur). Saya sangat tergiur untuk bawa pulang, namun apalah daya besok kami masih di Lampung. Takutnya pempek basi di jalan. Mau kirim pun total harga nyaris 200ribu. Jadi urung *keukepin dompet*

Bagaimana rasa pempeknya? ENAK! Kalau bocahku makan khusyuk ga mau diganggu berarti makanan itu endesπŸ˜‚πŸ˜‚. Mirai makan 4 pcs, emak 1, bapak 1. Yang penting udah nyobain.

********

Selisih 2 gedung dari pempek nori ada toko oleh-oleh. Ramai sekali.

Sepertinya area teluk betung ini semacam kota tua di Jakarta kalau lihat suasana dan lokasinya. Kawasan pecinan gitu.

Si Bapak gerak cepat beli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Shopping done.

Kami bergegas pulang ke hotel karena mau istirahat.

****

Review hotel hari ke 1 akan saya tulis terpisah karena kalau disini jadi panjang (ngemeng mulu Emak.. 😣😣). Malamnya, kami wisata kuliner ke Bakso Sony (Yeaah the famous one ituhh).

Sok-sokan jalan kaki dari hotel di jl. Letjen Suprapto ke jl. wolter monginsidi cuma gara-gara liat gmaps kesannya dekat. Ndassmu πŸ˜‚πŸ˜‚. Lupa ngukur stamina padahal siang baru berjibaku dengan jalan trans Sumatra.

Lelah seharian jalan, kami menghabiskan malam dengan nonton NatGeoWild lalu tidur cepat. Alhamdulillah Day #1 lancar sehat dan selamat. Esok hari kami akan meneruskan nyetir ke WayKambas,jadi mesti hemat tenaga.

To be continued ….

– Nares for Travellingmikana –

1 thought on “#Roadtrip to Lampung ~Hari #1 di Lampung~

    • Author gravatar

      Itu deket lah dr de green ke wolter mah.. itung2 bolak balik kampus 3x sehari gitu res… Kkkkk….
      Kayaknya jalan di Lampung hisa jadi topik banget ya buat traveller backpacker… Hakhakhak… Entahlah ya, dibenerin selang berapa bulan (atau minggu) udah balik kaya permukaan bulan… Hakhakhak…
      Sayang ih ngga ketemu kemaren yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *