Travelling Mikana

Slice of Life Mirai-Kautsar-Nares

Living in Japan

Mengurus SIM di Jepang (Gaimen Kirikae)

Onedust

1 barang yang menurut kami wajib dibeli oleh pendatang yang mau tinggal lama di Hokkaido/membawa keluarga adalah MOBIL. Hokkaido alamnya sangat indah, camping ground pabalatak dimana-mana, hutan gunung danau laut semua yang pencinta alam sukai bisa ditemukan disini.

TAPI….

Bis dan kereta tidak senyaman di pulau Honshu.

Komparasi :

Tokyo = Kereta hampir tiap 2 menit sekali lewat, Stasiun subway/monorail, Shinkansen, Bus dimana-mana.

Hokkaido = Kereta hanya di jalur utama, bus hanya 1-2x lewat/jam dan ga tiap jam ada.

Masalah kami : Pengen camping tapi ga punya kendaraan untuk ke tempat tujuannya.

Agustus 2018, Kami kemah di Jozankei Nature Village. Berkat kesotoyan si Emak, kami tidak sadar bahwa jarak halte bus terdekat dari Nature Village sekitar 40 menit jalan kaki. Dengan barang bawaan yang banyak plus hujan, rasanya mustahil jalan 40 menit tanpa bocah minta gendong. Akhirnya kami naik taksi dengan biaya sekitar 1,000 yen one way. OK. Intinya camping ground hampir pasti berada di jalur yang minim Bus atau tidak ada sama sekali.

Setelah 3 bulan tinggal di Higashikawa, kami merasa nyaman dengan kehidupan di kota kecil ini. Bus ke Asahikawa (kota besarnya) selalu ada, walaupun jadwalnya harus dihapal supaya ga kelewat jamnya. Hanya saja banyak tempat wisata yang kalau naik bis jalurnya muter-muter. Jarak 15 km naik mobil pribadi hanya 15-20 menit(ga macet sama sekali) tapi kalau naik bis jadi 90 menit. Plus lumayan juga 1x naik bis ke stasiun kereta Asahikawa menghabiskan 570yen per orang (Mirai separuh harga), bolak balik sudah lebih dari 2,000 yen hanya untuk tiket bis. Kami bisa bangkrut kalau begini. Mau ke gunung harus nunggu bis. Mau ke konservasi singa laut, bisnya muter-muter. Mau ke Fox Village, lebih susah lagi. Padahal banyak banget tempat-tempat yang kami ingin kunjungi. 1 alasan lagi untuk punya mobil adalah keadaan emergensi. Apa jadinya kalau tiba-tiba sakit tengah malam dan harus ke rumah sakit tapi ga ada mobil. Winter disini tidak bersahabat suhunya. Kita tidak perlu beku di jalan kan?

******

Maaf intro-nya panjang.

Untuk mengendarai mobil, kita butuh SIM. Sayangnya SIM internasional dari Indonesia kabarnya tidak diakui disini (kagak reliable amat ya), jadi kalau beli mobil harus menunjukkan SIM jepang.

Ada 2 cara untuk memperoleh SIM Jepang untuk orang asing :

  1. Kursus setir mobil di Jidousha Gakkou, kemudian ujian ambil SIM. Kursus setir mobil biayanya ga murah sekitar 300,000 yen (sekitar 40 juta rupiah), kalau student bisa dapat diskon, hanya bayar 250,000 yen. Kursus sekitar 2-3 bulan.
  2. Gaimen Kirikae (Konversi SIM Negara Asal ke SIM Jepang). Tergantung negaranya, ada yang bisa langsung konversi dokumen tanpa tes (Misal, Korea Selatan, Amerika, beberapa negara maju lainnya). Atau konversi dokumen plus tes tulis +praktek untuk negara yang SIMnya ga reliable wakakaka.

Kami akan mencoba cara kedua karena kami harus konversi 2 SIM. Kalau masing-masing mesti kursus setir mobil lagi, ga kebayang biayanya (Sik aku pingsan dulu). Untuk mengurus cara kedua, dibutuhkan beberapa step.

Step #1 : Translate SIM Indonesia

Translate SIM Indonesia ke Bahasa Jepang harus melalui lembaga JAF (Japan Automobile Federation). Informasi lengkapnya bisa dilihat di http://www.jaf.or.jp/e/translation/switch.htm . Download Form aplikasinya, isi dengan lengkap (sebisa mungkin dalam bahasa Jepang. Kalau belum bisa berarti minta diisikan oleh teman/kenalan yang bisa bahasa jepang), fotokopi warna SIM indonesia (depan dan belakang). Biaya Translate adalah 3,000 yen/dokumen. Kita bisa mengirim via pos ke alamat JAF yang terdekat dengan tempat tinggal kita (lihat disini). Saya tinggal di Higashikawa, yang terdekat adalah JAF Asahikawa (〒070-8061, 1-1-1 Takasagodai Asahikawa-shi). Kemudian ,

Semua dokumen diatas dilipat rapi dan dimasukkan ke Amplop khusus untuk pengiriman uang (現金書留/Genkin Kakitome. Beli di kantor pos Jepang 500yen/pcs). Pengiriman dokumen melalui kantor pos, karena ini genkin kakitome, petugas kantor pos akan spesifik mencatat nomer Genkin Kakitome, dan memberikan pada kita sebagai bukti pengiriman.

Setelah selesai pengiriman, kita hanya perlu menunggu (sabar ya). Terjemahan bisa secepat-cepatnya 3 hari (punya kami hanya 3 hari sudah datang) tapi bisa juga sampai 2 mingguan tergantung load di kantor JAFnya.

Step #2 : Print Jyuuminhyo di Yakuba

Jyuuminhyo itu semacam bukti kependudukan bahwa kami tercatat resmi sebagai penduduk kota di tempat tinggal kami (Kayak KTP). Jyuuminhyo bentuknya kertas selembar Kartu Keluarga di Indonesia isinya data kependudukan kita. Minta ke Yakuba (City Hall macam kantor kelurahan/kecamatan). Pengurusan sangat mudah, hanya isi formulir yang ada di kantornya, kemudian bayar 400 yen (karena saya ngeprint Jyuuminhyo sekeluarga) dan 5 menit dokumennya jadi.

Step #3 : Cari Driving Test Center terdekat dengan tempat tinggal kita

Ini bagian paling krusial dan harus banyak berdoa supaya Gaimen Kirikaenya berhasil. Saya menelpon Driving Test Center dan bertanya persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan Gaimen Kirikae.

Dokumen yang dibutuhkan :

Dokumen diatas bisa dibawa langsung ke alamat Driver License (Untenmenkyoujyo) atau dikirim via pos. Untuk alamat Driver License Center, bisa dilihat di https://menkyo-web.com/shikenjo/hokkaido03.html . Yang terdekat dengan tempat tinggal kami adalah 旭川市近文町17-2699-5 (Asahikawa-shi, Chikabumi-Chou 17-2699-5). Mereka hanya melayani di hari biasa sampai jam 5 sore. Saya sekolah senin-jumat, jadi karena ga mungkin kesana juga, saya mesti kirim via pos sambil banyak berdoa supaya dokumennya ga ada yang kurang atau salah.

Step #4 Menunggu Telpon dari Driving Test Centre (Unten Menkyo ShikenJo)

Setelah dokumen terkirim, beberapa hari kemudian hape saya berdering. PIC di Driving test centre mengabari bahwa dokumen saya sudah diterima, dan Alhamdulillah ga ada yang kurang (Yes!). Kemudian dia bilang dia akan menghubungi lagi segera setelah dokumen diproses. Prosesnya tidak sebentar, jadi diminta sabar. Paling lama 3 minggu kabarnya akan datang, baiklah mari kita menunggu lagi.

Tapi Alhamdulillah banget, kabar yang ditunggu tidak sampai 3 minggu, kayaknya selang 4-5 hari, saya ditelpon lagi. PICnya bilang tanggal ujian yang available adalah 8 agustus kalau mau ujian berdua suami. Hari lain ujiannya pisah-pisah. Tanpa pikir panjang saya setuju. Daripada 2x bolak balik.

Step #5 Latihan setir mobil

Berdasarkan informasi dari https://japandriverslicense.com/are-tests-required/ SIM dari Indonesia butuh tes tulis dan praktek sebelum bisa gaimen kirikae (konversi SIM). Nah sekarang muncul tantangan baru, bisakah kita lulus ujian praktek sesuai kemauan otoritas Jepang? Oleh karena itu Latihan Setir Mobil itu wajib. Di tempat Driving License Test tidak ada tempat latihan , jadi kami mesti menghubungi sendiri Jidousha Gakkou (Sekolah Setir Mobil). Karena ga tau mana yang reliable, saya menelpon PIC di tempat driving test,dan dia memberikan 1 nomor telpon.

YAMAZOE JIDOUSHA GAKUEN ( https://www.yamazoe.co.jp/ )

〒070-0823 Hokkaido, Asahikawa-shi, Midori Machi 15 Choume. TEL 0166-53-5577 FAX 0166-53-5487

Jadilah saya kontak sekolah ini minta latihan setir mobil khusus gaimen kirikae. Untungnya tanggal 6 dan 8 agustus slot waktunya kosong! Jadi diputuskan tanggal 6 agustus si Bapak latihan, tanggal 8 Agustus si emak latihan. Latihan pagi sampai jam 12, ujiannya jam 14.00. Biar ingat.

Durasi waktu untuk latihan khusus : 2 jam 30 Menit. Biaya : 10,600 Yen/orang (sekitar 1,4 juta rupiah). Mahal yak? udahlah ga usah dihitung-hitung daripada kursus setir 40 juta. Saat latihan mobil, semua instruksi dalam bahasa Jepang jadi pas giliran si Bapak, si emak juga jadi penumpang dan menerjemahkan instruksi pelatihnya. ada rute yang harus diingat yang mana adalah rute yang sama saat ujian SIM. Secara prinsip, menyetir di Jepang sama dengan Indonesia (posisi stir di kanan), tapi rambu dan peraturan lalinnya beda. Checklist menyetirnya juga presisi, jadi kalau ga latihan kita ga tahu kisi-kisi ujiannya.

Step #6 Ujian di Driving Test Centre

Inilah bagian paling deg-degan, sampai mules perut kami. Beres latihan si Emak di Yamazoe, kami diantar oleh mobil antar jemput Yamazoe ke Driving Test Centre di Daerah Chikabumi (bukan sukabumi ya). Latihan selesai jam 12.00. Kami berangkat dari Yamazoe sekitar 12:10, sampai di Chikabumi sekitar 12:40. Lalu menunggu. Jam 13.00 konter dibuka dan saya menghampiri PICnya. Katanya dia mau mengurusi Shiryoku Kensa (COLOR TEST) jadi saya disuruh menunggu lagi sampai jam 13:30. Saya kembali duduk. Jam 13:40 PIC kembali menghampiri saya (telat 10 menit sangking sibuknya), mulailah dokumen kami diperiksa.

ingat dokumen yang harus disubmit kan? nah sekarang kami harus bawa semua dokumen aslinya. Setelah dokumen asli dan fotokopi dikroscek, kami diberikan checklist pertanyaan yang harus dijawab Yes or No. Kemudian ditanya-tanya tentang saat pengambilan SIM di Indonesia. Pertanyaan yang jawabnya sulit karena mesti mengingat-ngingat lagi kejadian saat les nyetir dan proses ambil SIM.

Selesai semua pertanyaan itu, kami diminta menunggu lagi. Kali ini untuk Color Test. Tes mata untuk cek Color Blindness dan penglihatannya bagus atau tidak.

Beres Tes mata, kami diminta menunggu lagi karena tes tulisnya 1 per 1, ga barengan berdua. Tes tulis terdiri dari 10 pernyataan, tinggal kasih tanda True or False. Test tulis tersedia dalam beberapa bahasa : Inggris, Jepang, Vietnam. China. Kami minta tes tulis bahasa inggris. Durasi waktu 30 menit tapi 10 menit selesai karena mostly Logika. Biar lebih tenang, belajar dulu simulasinya di https://japandriverslicense.com/written-test-practice/ . Ada baiknya membaca Japanese Road Sign (lihat di website yang sama) supaya familiar.

Selesai tes tulis, kami menunggu lagi. Tidak lama PIC keluar dan mengumumkan bahwa kami lulus tes tulis. Sekarang tunggu penguji untuk tes praktek. Jantung langsung berdegup kencang. Intinya ga boleh kelewat poin-poin biar nilainya ga minus. Kalau kebanyakan minus, nanti ga lulus. Jam 15:20an penguji menghampiri kami, dan bersama-sama kami berjalan ke tempat uji praktek. Dia minta kami bertiga naik ke mobil, dan dia akan memeragakan simulasi ujiannya. INTINYA : MENYETIRLAH SEPERTI PENGUJI. TITIK. Semua gerakan si penguji masuk dalam poin penilaian, jadi kudu dihapal (sama kayak waktu latihan nyetir).

Saya ujian duluan, baru si bapak uchay. Setelah itu kami kembali menunggu harap-harap cemas. sekitar 30 menit kemudian, staf datang menghampiri kami dan menyatakan bahwa kami berdua lulus ujian praktek, YEAY!!

Step #7 Cetak SIM

Ada baiknya saya breakdown pengeluaran di Driving test Centre. Kami bayar biaya-biaya berikut :

Saat bayar cetak SIM, kami difoto lagi untuk cetak di SIMnya. Menunggu lagi sekitar 10-15 menitan dan SIMnya jadi! BAHAGIA HAHAHA.

Selesai juga akhirnya, Sekarang tinggal hunting mobil bekas biar bisa jalan-jalan di Hokkaido. Sampai ketemu di tulisan berikutnya ya.

-Higashikawa, 10 Agustus 2019-

Travelling Mikana

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top